HIJJAU

Ada sebuah artikel menarik dari Millist Indobackpacker.com. gw suka puisi ini. makanya deh, gw post di blog ini... :)


Bintang...
kau ajari aku rasa kagum akan ke-Agungan-nya

Hutan...
kau ajari aku akan rasa ketenangan yg hakiki

Bumi...
kau ajarkan aku rasa berserah diri pada-Nya
kau begitu kuat menahan beban dunia dipundakmu, rela dirimu dibanjiri
bau amis darah manusia, kau tegar saat dirimu dibumi hanguskan oleh
keserakahan manusia.

Karang...
kau ajari aku makna sebuah kesombongan

Sungai...
hikmahmu membuatku mengerti apa yang kau tanamkan pd alam ini

Tapi...
aku mohon maafmu, wahai sang alam, karena apa yg kau ajarkan tak
membuat diri ini lebih baik dari hari ke hari. Sepertinya diri ini
tak jua berubah. Masih saja terlempar baju kesombongan, masih banyak
kata yang menusuk hati mereka, masih sering... dan sering lagi
terjadi.

Oh, alam...
akan kah sia-sia dari setiap perjalananku ini???
janganlah berlalu apa yg telah kau ajarkan padaku

*HIJJAU, sepenggal perjalanan...*


Takken from millist IndoBackpaker. (hijau@yahoo.com)

10 Things to do before Die

10 Things to do before I Die :
1. held a candlelight dinner with my mam, my pap, my sisters and my brother
2. travelling around the world
3. make people around me happy
4. give all money and all I have to the poor people
5. eat anything that I like
6. see sun rise from the top of the mountain
7. share my experience and my knowledge to the poor children
8. gathering with my school buddies
9. having a try at least once on doing extreme sports
10. meet someone I looking for long time ago

Kenekatan

Pernah gw baca di blog seorang teman. judulnya begini : Kapankah waktu yg tepat bagi seseorang untuk melakukan hal nekat??
Bagi gw, setiap saat kita bisa ngelakuin hal nekat. Tapi untuk melakukan hal nekat tersebut, banyak sekali pertimbangan2 yang harus kita pikirkan.
Satu contoh yang mungkin bisa terjadi, yaitu Resign dan mencari tempat kerja yang baru.
Terkadang, terbesit pikiran untuk resign. Tapi hal2 yang gw pikirkan : apakah nanti gw akan betah di tempat yang baru ituh? apakah nanti kesejahteraan hidup gw akan lebih baik dibanding di tempat yang sekarang?
Tapi ituh semua gak penting. The most important thing is : Can I left all my memory and my friends here?

Kadang gw bepikir, emang lebih enak menyendiri. Mandiri. Gak ada yang perlu dikhawatirin selain keluarga di rumah. Semakin kita dekat dengan seseorang, maka semakin kita akan sayang ama dia. N hal ituh bakal bikin kita tuk semakin susah ninggalin dia. So, apakah lebih baik jika kita tinggalkan sebelum kita terluka dan melukai seseorang lebih dalam?

11 Februari 2008

Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, 11 Februari 2008, pukul 17.30WIB.

Hoo.. lagi2 ada di bandara. Sekali lagi meninggalkan Jakarta untuk kembali memulai petualangan baru di Bali. Mungkin bisa dibilang bukan petualangan baru, tapi bagi gw, setiap kali balik lagi ke Bali, ituh bearti tantangan baru. Gw harus melewati masa2 jauh dari keluarga dan teman – teman tersayang n tergokil gw. Sampai bandara lebih cepat daripada waktunya. 2jam 30menit lebih awal. Langsung menuju counter Check In. Trus pramugari daratnya bilang kalo penerbangan gw ga operate n gw harus ke layanan air asia untuk memindahkan penerbangan. Sesampainya di counter layanan Air Asia, ada yg lagi complain. Mengenai penerbangannya yang tertunda. Gak lama muncul lagi satu laki2 (yang sepertinya wartawan Kompas) bersama security dari Air Asia. Trus si wartawan marah – marah. Usut punya usut, ternyata penerbangan Air Asia yang menuju Surabaya, Medan, dan kemana gitu diundur hingga keesokan harinya. Wartawan ituh marah – marah. Dibilangnya dia sudah menunggu dari jam 10 pagi. Tidak lama, datanglah seorang ibu – ibu dengan logat Surabaya-nya yang kental. Masih dengan kemarahan yang sama dengan si wartawan. Akhirnya lelaki yang di depan gw kelar juga urusannya. Harusnya sihh sekarang inih giliran gw yah yang diurusin. Tapi emang dasar reporter gak punya aturan, gw langsung diserobot seenak jidat. Mentang2 jidatnya ituh jenong.wkkk....

ibu - ibu dengan logatnya yang kental ituh pun menggerutu. katanya setiap dia naik Air Asia, selalu aja ada masalah. dan dia berkata kalo memang seperti ituh, lebih baik gak usah buka Airlines aja. dalam hati gw berpikir, kalo emang begitu, kenapa juga masih mau naik Air Asia? salah siapa coba?

begitu juga dengan si wartawan jenong dan seorang wanita cantik berlogat kental pula. menurut penuturan mereka, ituh adalah kali pertama mereka naik Air Asia dan langsung ada kejadian tidak mengenakan seperti inih. padahal ituh adalah kejadian yang tidak sering terjadi. tapi hanya karena kejadian seperti ini, image sebuah Indonesia Air Asia menjadi jelek. yak, Air Asia. berjuang....tunjukan lagi image yang baik. saya dukung... ehehehe....

On the Airplane, On the way from Jakarta to Denpasar.

Di pesawat, di sebelah gw duduk dua orang bule. mereka berbicara dengan menggunakan bahasa inggris tentang pengalaman mereka selama mereka mengunjungi berbagai negara. dan....tibalah mereka membicarakan tentang negara, yang konon katanya kita cintai, Indonesia. menurut mereka, Indonesia adalah negara yang bisa dibeli dengan uang. mereka bercerita mengenai pengalaman mereka di kantor imigrasi. bahwa setiap segala sesuatu yang mereka lalui, harus dengan uang, uang dan uang. Heran. padahal waktu gw nonton TV, dibilang kalo bandara merupakan wajah dari sebuah bangsa. tapi inih apa? dari awal Negara yang konon katanya kita cintai inih malah menunjukkan muka korupsi. heran. gak malu yah? kapan negara inih akan berhenti dari korupsi? gimana juga caranya supaya negara kita berhenti dari korupsi? semua ituh tergantung dari pribadi masing2, ituh katanyaa...... tapi apa kenyataanya? bahkan seorang yang awalnya memiliki sisi baik bila sudah memiliki kedudukan dan kuasa serta uang pasti akan beralih menjadi orang yang jahat dan dikuasai oleh nafsu. yah.. kesimpulannya : Negara yang konon kita cintai sepertinya tidak akan bersih dari yang namanya KORUPSI.

tapi... ada kalimat yang membuat gw sedikit senang. mereka bilang : "Indonesia is a greate country". Great dalam hal apa yah?? wehehe....

Bandara Ngurah Rai Bali, 20.35.

akhirnya, sampai pula di Bali. sesampainya di Bandara, gw dijemput sama temen - temen gw. padahal baru 7 bulan gw ada di Bali. tapi gw udah punya temen2 yang begitu baik. wehehe.. awalnya cuman minta tolong Carnel buat Jemput. tapi akhirnya yang ngejemput langsung 1 kompi..hahaha....ada Yanes, edo, Deky, Gideon, EP, sama Anto. sebenernya sih kompi inih kurang satu personil lagi, namanya Melvin. tapi katanyaaaaa pada saat ituh dia sedang ada kerjaan. jadi deh gak ikut jemput. yah... begitulah...walopun jauh dari teman2 dan kerabat di Jakarta, gw ada teman2 yang baru yang menemani gw dalam melewati petualangan gw di Bali. thanks yah All.. you are the best... thanks for all... :D