Kemarin, Rabu 28 oktober 2009, saya mengalami kecelakaan. Ringan sepertinya. Beginilah ceritanya :
Bermula di pagi hari, saat akan menuju kantor suwung. Saat di lampu merah sesetan, saat motor saya sedang melaju, tiba2 lampu berubah menjadi kuning, sedikit ragu2, saya pelankan motor. Sehingga menuju merah, saya rem motor saya dengan posisi menyentuh garis putih.
Saat ituh saya masih melihat lampu yang berwarna merah yang letaknya di sisi sebelah kanan saya. Dan juga saya lihat ada mobil yang melaju kencangggg melewati lampu merah di sebelah kiri saya. Dan saat itulah, sepersekian detik kemudian, tiba2 saya tersungkur dan melihat seli berada 0.5 meter di depan saya. Saya langsung menuju ke seli, menanyakan keadaannya. Dan polisi2 berdatangan memapah saya, seli dan motor saya ke pos polisi. Masih dalam keadaan bingung, saya berusaha untuk berpikir. Oh, motor saya rusak. Lampu belakang kaca pecah. Saya telah membuat seli celaka. Matilahhhh >.<....
Lalu semakin banyak orang yang berdatangan, 3 orang bapak2 menghampiri, dan 1 orang ibu2 yang bilang kalo saya salah. +__+.
Saya baru sadar, oh! Ditabrak bus!!
Lalu ada 1 bapak2 yang tiba2 berkata bahwa dia akan menanggung semuanya dan meminta nama dan nomor handphone saya.
Lalu, seli bilang, dia mulai berkunang2, dan gelap. Muka seli menjadi pucat. Saat saya akan mengantarkan seli ke kasih ibu, ibu2 tadi bilang, nanti dulu, ke rumah sakit tentara saja.. lalu tiba2 aja.. jreng jreng.. muncul lah miyabu a.k.a maria odarijawa a.k.a marimonce yang kemarin ini baru aja merid di tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. :p
Langsung deh, saya minta tolong ke marimonce untuk mengantarkan seli ke kasih ibu. Saat seli di kasih ibu, saya membereskan semua masalah. Dan pada akhirnya semua masalah terselesaikan dengan jalan damai. Dan tiba2, muncullah satu sosok lagi karyawan mitrais. Made Arditya. Karena saya bilang udah beres, udah gak apa2, beliau berangkat ke kantor kuta. Setelah semua urusan beres, saya pergi ke dealer yamaha terdekat yang letaknya dekaaatttt sekali dengan lampu merah sesetan. Setelah menaruh motor, meminta mekanin untuk memperbaiki motor, maka saya meminta salah satu mekanik untuk mengantarkan saya ke kantor suwung. Dan, tiba di kantor suwung, menghadap rekan sekerja saya dan masih dalam keadaan labil, saya berusaha untuk menceritakan apa yang terjadi. Setelah mulai sedikit tenang, saya menghadap bos manager saya untuk meminta ijin untuk seli, dan entah bagaimana ceritanya si bos dan beberapa karyawan sudah tau mengenai apa yang saya dan seli alami.
Dan begitulah cerita ini berakhir dengan bengkaknya tangan seli, dan pipinya yg tergores. Dan saya pun melanjutkan rutinitas saya di kantor.
Hikmah dari semua ini : lampu merah bearti jalan terus??? hahaha..... Mulai saat ini, saya akan lebih berhati hati dalam berkendara supaya kalo ke kantor gak perlu nebeng travello (jem 7.30 kudu stand by +___+).
